Posts

Featured Post

Menyerah

Image
  Rasa ini terlanjur dalam membenam Sayang udah jauh mulai tenggelam Hingga yakin api cinta ini tak lagi padam Namun, ternyata semuanya hitam Kau mudah menyerah dengan waktu Menyerah dengan jarak yang belum tentu Hingga aku termanggu, kalimah keputusasaan mu Dan aku, hanya bisa diam membisu tanpa kata lagi padamu Harap yang pernah ada, kian terasa tak ada Mudah janji sayang dan cinta, kian terasa dustanya Namun aku, sedari awalnya harus berkata Jika ini tak lebih sulap mata dunia Maya Menyerah, bukan tujuan dalam hati Namun, kalimah mu membuat aku mati Dari rasa berharap yang kini tiada lagi Bukan tak cinta atau sayang ku tak ada Tapi rasa menyerah mu, membuat ini semua hampa "Jika memang cinta, ku tunggu kau sebelum senja"

Meski Pun Jauh

Image
Gambar Sekedar Ilustrasi Sebenarnya aku lelah bersama waktu ini, Mencoba menanti semua kehadiran mu Namun hingga matahari terbenam dalam Diri mu tak juga hadir, dan membuat aku dendam Meski pun jauh, Aku selalu mengingat mu tanpa jenuh Melihat foto mu dengan rasa rindu yang penuh Malam yang ku lewati ini, Tak lagi aku hapal berapa banyak ia terlewati Yang aku tahu pasti, Kau tak juga datang menemani ku Aku tak pandai berdusta, ketika rasa rindu ini melanda Meski pun kau anggap ini sebauh retorika semata Tapi hati, selalu berkata apa adanya aja Meski pun jauh, Akan aku setia menempuh Walau harap ku kadang penuh Oleh rasa dusta mu yang lenguh Duri, 13 September 2020 Pukul 19.56

Setia?

Image
Setia? Ah, tak mungkin lah Jangan ucapkan setia kepada ku Ada rasa mual yang ingin muntah Mendengar kata itu kamu ucap di depanku.. Siapa yang harus memeluk malam yang jalang, Tanpa sedikit hadirmu datang menjelang? Itu aku.... Setia apa yang coba kamu jabarkan Padaku yang telah muak mendengar Setumpuk janji segudang sumpah itu Telah penuh mengisi ruang hati ini Setia? Jangan setia padaku. Aku tak bisa setia padamu Yang hadir hanya untuk, mengiris batinku Dan menghumban aku, dalam belenggu selingkuh mu,

Senja Ini

Image
Foto: Fitri Sikumbang Aku disini, dengan sebuah buku, satu pena, dan secangkir kopi Menatap lepas laut senja sore tadi Seraya terbayang wajahmu Yang mengukir langit senja ini Ah, nikmatnya hari-hari yang dilalui, Bila saja waktu dan dirimu sudi Menemaniku menghabiskan waktu Bersama sejumlah sepi yang selalu bertanya Senja ini, cukup sudah Menghempaskan kenangan tak sudah Dari rasa berharap yang salah Kini, aku hanya gundah dengan susah Oleh rasa pasrah yang penuh resah

Tak Mungkin

Image
Sumber Foto: Fitri Sikumbang Lihat lah malam ini, Yang seolah erat memeluk sepi,. Mencumbu waktu yang tak tahu malu, Menyeret kan seiras bayangan mu, Terukir jelas dalam perasaan dan benak ku, Rasa ini tak mudah jatuh, Tapi ia mudah luluh, Jangan kan disentuh, Disapa saja ia sudah tersimpuh, Aku lupa malam ini dingin datang bertamu, Seolah setia menunggu waktu lengah untuk berlagu, Agar aku lalai dari rasa menggingat mu, Yang kini terpisah ribuan batu, Eh aku lupa, Kalau aku lupa bercermin, Pada hakikat diriku kemarin, Yang sangat tak mungkin, Memiliki tambatan hati dan jantung yang lain, Selain dirimu yang ku kenal kemarin... Pekanbaru, 27/7/20

Pergi (Tak Ingin)

Image
Jangan tanya lagi, mengapa senja ini terasa berat bagiku Langkah ini terasa ringan benar bagiku Untuk pergi meninggalkan mu, Karena aku tak tahu lagi, Pada apa akan aku lukis kan ketakutan ini Aku tak ingin perasaan ini terlalu siang, Singgah dan mengitari hari-hari Dan aku takut ia berhenti berputar, Pada hal yang tak aku yakini benar.. Pergi, dan tak ingin kembali, Adalah cara terbaik indah ku memaknai ini Dan aku tak ingin, kau dan aku dalam bingkai rasa sakit, meskipun sekedar ilusi Langkah ini, tak akan pernah aku hitung Berapa banyak rasa penyesalan yang menapaki jalan keputusan ini.... Pekanbaru, 25/7/20...

Takut Terlalu Jauh...

Image
Aku takut, dengan perasaan ini, Yang kan menyelam jauh dalam lubuk hati Yang pernah terluka oleh perasaan, Yang membekas dan tak lekang di ingatan, Aku takut terlalu jauh, Dengan semua genggaman dan keramahan hati, Yang kadang dibutakan oleh rasa penasaran paling dalam, Hingga mampu menghujamkan semua pertanyaan, Antara yang pantas mau pun yang harus hanya di teras perasaan Aku takut, Terlalu jauh Menyelami semua tentangmu, Dan aku takut, tenggelam dalam kelukaan Yang pernah membenam aku, hingga seolah tak ingin diam, Dan akhirnya, semuanya terbenam, Dengan kisah dan hikayat yang kelam Pekanbaru, 24/7/20...

Rindu, Inikah?

Image
Foto Sekedar Ilustrasi (Image: Kompasiana) Tak tau lagi, mendamaikan hati Dengan segenap kekesalan ini Seolah ingin ku tumpahkan Pada perasaan orang yang aku sayang Lelah aku menunggu waktu Yang berlari bersama hari Namun kamu, tak juga jemu Membiarkan aku diikat sepi ini Rindu, Inikah? Bunga di taman itu mulai layu Sejak sajak dan gurindam rindu Ku tanamkan dalam bingkai waktu Rindu, Inikah? Jumat, 21/2/20 (01.46)