Posts

Showing posts from December, 2011

di sajadah ini,

Image
di sajadah ini, aku utarakan segala keluh kesahku pada sang maha penguasa alam...allah aku sejenak terdiam dalam keheningan, ingat akan segala dosa-dosa yang telah tercipta dengan segaja, tak menyalahkan waktu dan siapa pun namun tak lebih dari diri sendiri.. diri ini mungkin terlalu berdebu, sehingga seolah tak pantas bersujud, namun tuhan bukan manusia yang selalu arogan dengan segala kesalahan, maha pengasih.............memang benar.... tuhan tak pernah membenci diri ini meski pun terlalu keji dalam bersikap..... maha penyayang........tepat dan memang.....segala kekecian dan kemunafikan mungkin laksana pakaianku....namun tuhan tetap sayang...segala rezeki malah bertambah saat diri ini tak ingat padanya...padahal seharusnya aku sadar bahwa itu sindiran tetes air mata ini tak lagi bisa kutahan....saat semua itu terkenang..... memang diri ini telah banyak berdosa......ya allah.....dengan segala ketidakberdayaanku dengan segala kelemahanku.............maafkan aku ya allah.......

aku...

Image
terbuang dalam kumpulanya sebagai manusia yang layak tak di akui dan disihkan.....seperti tak diinginkan hadirnya kemunculannya seoalah sebuah nista sempurna aku.... seperti anjing yang liar tak punya semang tak berinduk terlantar, terbiar oleh besarnya jiwa ibu aku... dendam angkara murka bermuara lama nasib membawa serta rasa kasih dan tak lagi peduli aku... cukup sakit sembilu hidup ini menancap pada dirinya hingga ia tak yakin lagi akan punya sepasang orang tua tiap menit bertanya siapa, dan kenapa ia terbuang dan disisihkan..... aku...

akulah lelaki itu

Image
yang kau lihat dengan binar matamu dan kau terpegun sesaat melihat dia menangis meratap, merengek dari kejauhanmu akulah lelaki itu yang pernah kau janjikan sebuah mahligai indah yang didalamnya akn tinggal hanya kita berdua berdindingkan kemesraan berpayungkan cinta tapi semuanya raib entah kemana kau tinggalkanku, saat cintaku dihasrat ini makin menggila yang kini terluka dan masih berdarah menetes deras dalam penyesalan yang tak perlu diukur dan yang kini tak lagi mampu mencintai perempuan mana hanya berharap satu yaitu dirimu dan akulah lelaki itu kau lihat kado yang berisi murninya darah semerah api cinta yang membara ini, akulah lelaki yang membuat kado itu.......... kaulah perempuan itu membuat aku sekarang jauh jadi lebih gila........

masa depan indonesia!

Image
di sepanjang jalan akan kau temukan, sebelas ribu bayi lahir tanpa bapak selusin orang meraung kelaparan, dan sejuta jiwa yang dibohongi oleh kebijakan siapa mereka? itulah mereka potret masa depan indonesia! iwan fals akan tetap berdendang dengan tembang baladanya menyuarakan ketidakadilan secara gamblang namun berseni agar kita tahu, mahalnya harga sebentuk keadilan kautahu tanda apa itu? itulah tanda masa depan indonesia! perkara hukum tak lagi menemukan keadilan kambing hitam makin banyak dilepaskan keadilan buram, dan suap akan bertambah meluap itulah masa depan indonesia......... egoisme bangsa semakin semarak, ketika nilai susila tak lagi nampak yang besar akan menyalak dan kecil makin terisak harga diri makin terinjak di masa depan indonesia, akan selalu ada para pujangga yang meratap lewat tarian tangan menumbuhkan satu koma tiga sastra sebagai protes terhadap para penguasa, apa itu? itulah masa depan indonesia,,,,,,,,,,,nanti

anakku

Image
beginilah aku, hidup tertindas oleh keadaan yang menghimpit merangkak jiwa dan meronta belas kasihan semuanya aku lakukan, untuk secercah harapan anakku... aku sanggup tertikam kata-kata makian dan pujian tenggelam dalam ombak kehinaan pasrah dan menyerah dengan situasi, semuanya untuk anakku langkah yang terseok dan tertatih aku jalani dengan segala keikhlasan dan aku tetap semangat arungi semua untuk mencari kebahagiaan.. anakku...

Arti sebuah kesungguhanmu

Image
Kasih, utarakan padaku….. Kenapa terlalu lama aku kau buang Nun jauh  di kepastian tak berujung Sehingga membuat aku terlalu jauh merana Dan kini tak jua kutemukan arti sebuah kesungguhanmu Tak terlalu susah rasanya…… Tuk katakan padaku tentang gejolak hatimu sekarang Agar aku jangan menerka dan mengira semua kemunafikan ini Cukuplah kasih… Jangan lagi aku kau hirau, atau pun kau ingat Supaya aku sanggup berdiri dan melanjutkan Semua cinta impian cintaku untuk yang lain.. Kasih, katakanlah dengan satu kesimpulan Kalau aku tak lagi kau inginkan Kalau aku ingin kau lepaskan Dan aku akn menjauh darimu

Khayalan terindah…………

Image
Kepergianku ini, Bukan untuk menjauhimu, Namun untuk membawa segala perasaan, Yang terlalu mengagumimu Disetiap detik waktu….. Aku tahu.. Bila semua ini terlalu bagimu…. Memang aku tak pantas memiliki rasa ini Apalagi pada dirimu. Yang aku tahu pasti tak mungkin Kau akan menerima aku… Aku hanyalah …. Pemimpi kecil dengan hasrat yang besar Memilikimu adalah hayalan terindahku…. Maafkan aku.. Telah mencintaimu secara diam.. Dan perasaan ini aku bawa Kemana langkah kaki ini pergi dan berhenti

Selalu disini

Image
Sangat dingin kurasakan sikapmu, Sedingin air hujan yang baru menetes ini Mampu membekukan segala untaian kalimahku Aku pun tak mampu memulai dan tak tahu Harus dari mana bibir ini berkata, Namun sayunya wajah serta binarnya matamu, Mengisyaratkan aku, betapa dirimu memang rindu Atas segala diriku yang lama meninggalkanmu Di sudut waktu yang tak bertepi. Aku terdiam sejenak dan meraba menerka, Serta sadar dalam keterpakuan,  mengapa Dirimu berkubur seribu bahasa dan kata, Seandainya diri ini telah menabur duka dihatimu, Membuatmu terlalu jauh menantiku Maka, dengan segenap kekesalan dan kesalahanku Aku mohon maaf, atas semua silap Tak akan lagi aku tinggalkanmu, Dan tak akan lagi kau sendiri menyepi, Karena aku akan selalu disini

Harus aku relakan…

Image
Berikan aku jawaban, ketika hatimu tak lagi sudi Menerima aku yang penuh dengan debu kesalahan ini Agar semua perasaanku sadar, betapa aku tak lagi kau cinta Aku akan anggap ini sebuah kenangan yang manis Walaupun pada hakikatnya kurasakan seribu kepahitan, Mungkin selama ini aku tak mampu berbuat banyak Untuk mewujudkan semua impian indahmu Yang inginkan aku mampu melukiskan pelangi di hidupmu Seperti indahnya kilau pelangi orang yang berkelas Sementara aku hanya mampu membuat kau tersenyum bahagia Dibalik keterbatasan aku dalam meraih mimpimu Aku akan pasrah bila perpisahan yang kau minta Karna aku yakin ini terbaik buatmu Meski hati berat, namun harus aku relakan semua Karna kau mungkin tahu, kalau aku tak bisa memberimu segalanya

Farida

Image
wanita yang pernah menancapkan belati asmara dihatiku dan menawan semua perhatian diriku dialah istriku.. tersenyum aku dengan sumringah tatkala aku tergoda padanya bukan cantik dia, bukan kaya dia tapi dia baik, untuk diriku dia membuat aku tak mampu menolak meskipun aku tidak menyukainya...saat itu lambat namun pasti cintanya masuk kedalam jiwa yang tak bertuan ini dan segala rasa menyatu dalam nada gelora muda dan selanjutnya.....romeo dan juliet berkisah dialah istriku... dengan segala kesederhanaanya membuat aku tahu arti hidup memaknai aku dalam cinta dan......segalanya kepada: Farida Hanum

hujan ini

Image
dalam hujan ini, aku ingat kenangan lama mengibas masa lalu kala masih bersamamu dulu, ketika itu indah terasa waktu yang berlalu tak akan berpisah rasa dihati berjalan genggam tanganmu seolah tak ingin lepaskan tangan ini dalam hujan ini, aku masih ingat saat itu kau dan aku diikat oleh asmara membuahkan segala kasih dan cinta menebar bahagia sepanjang waktu aku dan kamu dulu, kini semuanya berlalu tanpa ada jejak cinta kita hancur musnah, hilang dan... kita berpisah disimpangan emosi memuncak dan dimaki oleh seribu janji munafik kita kau dan aku, dulu

masih disini

Image
kau tahu.... kalau aku masih disini menantimu dengan segala ketabahan serta penuh harap menantimu aku tak kenal lelah meskipun kesal meratap oleh waktu, biarkan saja aku diejek oleh kesungguhanku dimaki oleh kejujuranku sendiri namun menantimu, tetap kau tahu... aku disini menantimu walau aku tak tahu, berapa lama aku harus menunggu tapi aku akan selalu menantimu biarpun aku tak pasti kaan kau menjelangiku nanti

jangan menangis

malam ini aku meminta padamu... jangan pernah menangis untukku karena aku bukanlah mati tapi hanya akan pergi jauh meninggalkanmu dengan sejuta bahagia oleh pilihan orang tuamu biarkan saja diriku ini akan pergi dengan seribu keping luka dihati tertusuk tajam oleh belati kepasrahan tak mungkin aku bisa berteriak menahanmu serta halangi niat orang tuamu aku akan belajar ikhlas untuk terima ini dan aku akan mencoba menahan kesakitan ini dengan berteriak berteriak atas ketidakberdayaanku sebagai orang miskin ratapanku ini tak perlu kau dengar.... cukuplah hati ini yang menjadi perasa yang baik aku memang menangis melihat ini aku tak tahan....namun aku harus terima

penyesalan?

penyesalan? aku menyesal? apa mungkin aku harus meratap dan menangis penuh rasa iba atau berlutut didepanmu seraya meronta! setelah aku kau khianati setelah aku kau bodohi? aku bukan seekor kucing yang mudah kau bujuk dengan sepotong ikan asin tapi aku wanita, miliki rasa hati dan jiwa.... cukup jau kau sakiti aku terlanjur berlayar hati ini padamu.... namun bukan berarti aku harus jadi anjing piaraanmu maafkan kata-kataku ini sedikit mengorek telingamu namun kau tahu aku wanita yang memang jalang....namun aku bukan binatang

puisi setengah

jangan ada lagi keraguan dihatimu apalagi hatimu setengah mencintaiku karena aku bukan lelaki yang khianat namun aku laki-laki yang ingin mencoba memberikan cinta yang utuh buatmu dan bukan setengah seperti puisi ini hanya setengah