Posts

Showing posts from November, 2015
Image
Kecewa.... Sakit benar hati, sungguh sakit Aku Tak mampu untuk menggambarkan Luka kekecewaan ini dengan apa pun Cintaku kandas di hamparan dusta yang tak terbukti Kini aku harus meratap di kehampaan yang gelap Aku lelah mencoba meyakinkanmu Dengan seribu kata indah bukan rayuan Namun ternyata, semuanya tak bermkana Hampa, tiada kau percaya Mungkin menjauh bagiku Menjadi jalan yang terindah bagimu Untuk melupakan semua tentang diriku Ya Allah...kenapa harus ini yang aku terima Sakitbenar rasanya...Ya....Allah Aku sayang padanya Haruskah ini ku terima, kecewa dan kecewa lagi.............. Dibuat tat kala hujan Kanis, Rabu 18/11/ 2015 Pukul 23:52 Buat Dirimu “S”
Image
Aku Terjatuh Ketika Pagi Menyapa Dengan Dinginnya Embun Terkesima Sejenak Hati Nan Bahagia Sepertinya Pagi Ini, Aku Harus Bisa Melupakan Mimpi Semalam, Yang Penuh Dengan Luka Dan Lara, Yang Membuat Aku Jauh Tenggelam Dari Harap Aku Terjatuh Dari Rasaku Rasa Mencintaimu, Yang Dulu Pernah Hadir Mengisi Hatiku Dengan Mimpi-Mimpi Indah Yang Akhirnya Sirna  
Image
Kenangan Senja semakin jauh berlabuh Tinggalkan semua catatan hari Yang masih membuai harapan Yang sepertinya harus kandas Oleh semua perasaan rindu yang perih Ku hanya mampu, menegadahkan tangan Kehadapan Tuhan sang pemilik segalanya Agar rasa rindu ini terbuang, dari hati dan hidupku Karena aku tak sanggup lagi Tidur selalu dihantui oleh bayangmu Jagaku selalu dikenang semua kenangan Hingga aku bertanya pada diri Apa yang terjadi saat ini?
Image
 Tak Tahu Lagi Aku tak tahu lagi, Bagaimana rasanya membuang rasa rindu ini, Pada laut luas ingin kubuangkan, Sang ombak menolak, Pada angin yang berhembus, Sepertinya ia tak sudi, Haruskah kubuang rasa rindu ini bersama matinya diriku, Aku lelah berlari dengan hari, Aku muak mendustai sang waktu, Namun dirimu tak pernah lagi, kudengar kabar, Tak pernah lagi ada cerita, membuat hidupku, Terbungkus dengan tanda tanya, Kemana gerangan sang pujaan hati pengobat sukma nan lara?
Image
Cukuplah... Sudahlah...tak perlu kita teruskan Semua kemunafikan dirimu, dan jua sikapmu Yang membuat aku selalu, menjadi gila Cukuplah sudah semuanya...sampai disini Aku lelah kau dustai dengan bicaramu Aku bosan dengan rayuan pulau kelapamu Aku kau buat melayang, dan berkhayal Tentang hidup bahagia denganmu Semakin lam, aku jauh tenggelam Oleh rasa dan perasaanku, yang hanya Bertepuk sebelah tangan...tak berbunyi Biarkan aku, dan tinggalkan Sendiri adalah pilihanku saat ini Meski pun aku harus layukan semua Perasaan asmara yang pernah tumbuh
Image
Pulanglah Padaku.... Jangan pernah menangis lagi Atas semua duka dan lara itu Kembalilah padaku, jika pelangi itu masih jingga Kedua tangan sepuluh jari ini, senantiasa menantimu Meski pun saat in aku masih terluka Atas semua dusta dan sakit hati Yang kau tinggal kan saat pergi bersamanya Tinggalkan semua mimpi indahmu Jika hanya berakhir dengan fatamorganaa Dan kau tertikanm atas semua rasa kasih sayang yang semu Aku masih menantimu disini, meski pun diujung rasa
Image
Dalam Gerimis Lelah sudah langkah kaki ini Bosn sudah waktu memakiku Yang terpaku dalam penantian Hingga dalam gerimis ini juga Aku masih dibodohi oleh diriku Menanti kedatanganmu yang tak pasti Harapan ini semakin menipis saja dari kata sabar Seolah tak yakin, namun aku coba buang semua Biarlah meski pun dalam gerimis, aku menantimu Agar kau tahu benar, gilanya aku saat ini padamu Bosan? sudah dari dulu sebenarnya Namun aku tak pernah menyerah Aku coba yakinkan dirimu untuk seribu kalinya bahwa akulah yang pantas, untuk selalu kau pikirkan