Tak Ingin Bertanya
Aku terkadang tak pernah mengerti, kapan rasa setia memang bertahta di hati, mampu mengalun nada sumbang menjadi suara yang asri, hingga tak ada lagi kata tajam seperti belati. Aku pasrah bukan aku menyerah, aku mengalah bukan aku lemah, aku lebih memilih mencerna, dan mencoba mencari makna, apa yang terjadi dengan sebuah kata setia yang hadir diantara kita. Sadar memang aku satu kepastian, bila kita belum terikat dalam satu balutan kepastian, kita hanya dipertemukan dalam alunan yang bernama nada keindahan, meski pun itu antara bias palsu dan kebenaran. Kala ini, aku lelah untuk melanjutkan mimpi, yang membuat aku tertatih terbuang dalam sepi. Aku ingin dalam hidup ini, bukan setakat kesungguhan yang harus terbalut resmi, namun kesungguhan tercipta harus sejak dini, hingga saat indah itu aku tahu pasti, cerita antara kau dan aku, bukan sebuah narasa tak berarti. Aku tak ingin lagi ada belati tertancam dalam hati kita, meski pun terkadang...