Secarik Kisah Tak Sudah (Dumai)
Tak tahu, harus dari mana aku mulai Kisah di Kota Dumai yang sempat aku bayangkan Selaras harmoni penuh damai Dengan bunyi getaran dawai Namun semua kisah usai Dengan dan tanpa penuh lambai Aku tertikam, dengan kalimah saktimu Seolah menyudutkan aku, Dan membenamkan aku, Dalam rasa bersalah ku yang tak temu Hadeeeeeh, aku menertawakan diriku Yang selalu dan selalu salah di mata indah mu Hingga aku, tak paham makna tersirat dalam hatimu Kau hanya melihat, dan menilai Aku selalu dan selalu salah Dalam menilai semua khilaf ku Seperti mudahnya memetik bunga di taman Dumai 5 November 2019 23.10