Posts

Showing posts from November, 2018

Cinta Kita, Antara Ranah Minang Dan Lancang Kuning

Image
Aku tak mengerti lagi Harus cara apa aku lakukan Untuk mengusir semua rasa rindu yang bertamu Seolah menjerit di tepian sudut hati Kekasih ku yang jauh Jauh dalam pandangan mata Jauh dalam gapaian raga Dan jauh dari semua waktu bersamamu Di bumi lancang kuning ini Ada sekeping hati yang merindukan mu Jauh di sana , Ranah Minang tempat mu Namun disatukan dalam ikatan cinta Meskipun tak bertemu muka dan raga Antara Ranah Minang dan Lancang Kuning Cinta kita terpisah oleh waktu dan suasana Di Ranah Minang dirimu menunggu ku Di Bumi Lancang Kuning ini kekasih mu Semoga Tuhan akan satukan kita Dalam bingkai yang bernama bahagia

Cukup Kamu, Ingin ku

Image
Tak ada banyak pilihan ku Apa yang ada dalam cerminan Selain, melihat seiras wajahmu Yang saat ini seolah menjadi Bagian dalam rona mataku Kau datang saat aku akan pergi Meninggal keramahan hati Saat panah asmara ini, tak lagi Menembus hatiku yang terbunuh sepi Aku juga tak bisa tersenyum Jika hadirmu laksana embun Datang dengan tawa pergi dengan senyum Cukup Kamu, ingin ku Seperti aku ingin melihat pelangi Yang ingin ku selalu ada dalam hidupku Namun aku tahu, ketika Tuhan jualah Yang menjadi penentu atas gerak hatimu Cukup Kamu, Ingin ku Yang akan diam bersemi dalam hati Yang tak ingin lagi kau pergi Dan meninggalkan aku dengan rasa separuh mati Pekanbaru, 28 November 2018

Rindu Ini Milik Siapa

Image
Lelah sudah bertanya pada hati Yang terlihat merajuk di ujung sepi Seolah ingin memaki kebodohanku Atas rindu yang datang bertamu Diharapan yang seolah tak ingin bertahan Ada rindu yang bertamu di hati Mencoba mengetuk cinta ini Aku masih terpana dan tak percaya Adakah ini cinta atau sebuah seloka tanda tanya Hanya mampu terdiam dan diam Enggan untuk percaya, namun nyata Rindu datang menyapa demi cinta Saat aku tak lagi pernah berpikir Apakah sepi akan menemaniku Setia hingga nanti dan mati Rindu yang datang bertamu Mencoba meninggalkan keyakinan Ketika aku ingin sirnakan semua Kenangan yang pernah membuat aku Yang tak percaya akan sebuah cinta

Cinta kah Ini....

Image
Mengalun sudah alunan jiwa yang sempat sepi Oleh getar-getar rasa didalam hati Ganjil seolah tergenapi Sejak ia hadir meskipun bukan disini Namun aku tahu pasti Kesepian seolah mulai pergi Mencoba merangkai untaian harap Dari keping-keping hati yang terbenam Dan rasa cinta yang dulu pernah datang Aku tak ingin lagi, Dia hadir laksana belati Atau secepat hilangnya embun pagi Dia hadir saat aku tak yakin Oleh semua rasa cinta yang pernah terjalin Dan mencoba membuat aku Berharap yakinkan cinta itu tak semuanya sembilu Banyak harap yang ingin kutanamkan Dalam hati dan cintanya yang kini menjadi bagian Setiap langlah dan harapan Yang ingin aku wujudkan dengan restu Tuhan

Perempuan Bercadar

Image
Sepasang bola mata tajam Yang tak ada amarah dan dendam Seolah ingin menyapa, namun ia diam Karena segan, akan cadarnya yang hitam Dengan sikap ramah dan sopan Dijalan Allah yang penuh ridho Ia bersandar kepada kepasrahan Tuhan Membalut tubuh penuh kesopanan Melarang maksiat datang mengundang Segan rasa penuh malu aku Ingin menyapanya, namun aku malu Rasa lancangku, takut melukainya Dan aku, hanya mampu meyuguhkan Sebuah senyum kecil yang tak berlebihan Dialah perempuan bercadar itu Membuat hati gemetar kaku Takjub kepada sopan dan rayu Ia hanya mampu, membuang wajah Ingat diri takut akan azab Allah Perempuan bercadar itulah Hampir setiap sore kulihat dari jauh Menyapa sore dengan senyumnya Seraya sebuah busur panah ditangannya Untuk menembus kemampuan tajam bidikannya Syariat serat terlihat di busananya Mampu mengubah pandanganku padanya Perempuan bercadar itu tinggal Dalam sebuah rasa cinta yang benar Bandung (19/11)

Langit Senja Merah Di Sicincin

Image
Kilas waktu indah yang kian memudar Seolah seirama dengan senja Yang kan berlalu di langit Sicincin ini Dan aku, masih tersudut dalam kebisuan perasaan Penuh luka dan perasaan hilang arah Langit senja merah di Sicincin Buai perasaan dan kenangan Hanyutkan sejenak igauan semalam Yang masih mengalun indah tembang kenangan Antara tertikam dan terbenam Ilusi igauan hati seolah menari Diantara kegundahan yang selalu bernyanyi Dimana aku kini, dan kau sekarang Saat langit senja kan berlalu Menutup semua dengan pekat gelap Oleh malam yang membawa kisah Aku tak mampu menemukan jalan Yang harus aku jadikan sandaran dan haluan Hanya tau akan nasib dan suratan Bahwa diriku jauh dalam angan mu Kau bisa buang semua kisah dengan mudah Kau bisa lupakan semua kidung kenangan Tapi aku, adalah jiwa yang bercengkrama Dengan sejuta perasaan terkesan kecewa Senja merah di Sicincin Adalah kiasan rasaku yang terdalam Saat perasaan dan harapan Tak lagi bisa beriringan d...