salahkan aku!

dalam menanti ini
pedih benar rasanya hari
dan waktu, menertawaiku
hanya mampu menangis
menahan sedu dan sedan
terhadap hati teriris pelan

langit mulai gelap
namun kau tak kunjung datang
cemas dalam berharap
sirna diujung petang

terdiam sudah bisikan hati
yang biasanya berdendang
kini semuanya terkubur
beriring hancurnya sekeping
hati yang selalu menanti


salahkan aku! bila itu yang terbaik
dan aku salah mungkin itulah aku
namun aku tak bisa selalu disalahkan
karna aku bukan dewa

Comments

Popular posts from this blog

Cuma Kamu

Ibu...

Tersakiti dengan manis