Sicantik Jelita
ujung sore di pelabuhan bambu kuning ini
kudengar merdu suaramu mengisi waktu
lembut untaian tutur katamu, membuat aku senang denganmu
meski pun kau dan aku belum bertemu
dalam celah hati yang terdalam
jiwa meyakinkanku, betapa kau terindah
dan memang terindah, namun bukan untukku
aku bangga sekali,
menjadi teman untukmu, berbagi segala canda
dan saling menghabiskan waktu lewat telpon selulerku
seandainya saja Tuhan mempertemukan kita
dalam satu masa yang mungkin tiada terduga
terbesita satu tanya didada, betapa bahagia diriku mengenalmu
secantik jelita yang sudah berpunya....
Kepada: Rani
kudengar merdu suaramu mengisi waktu
lembut untaian tutur katamu, membuat aku senang denganmu
meski pun kau dan aku belum bertemu
dalam celah hati yang terdalam
jiwa meyakinkanku, betapa kau terindah
dan memang terindah, namun bukan untukku
aku bangga sekali,
menjadi teman untukmu, berbagi segala canda
dan saling menghabiskan waktu lewat telpon selulerku
seandainya saja Tuhan mempertemukan kita
dalam satu masa yang mungkin tiada terduga
terbesita satu tanya didada, betapa bahagia diriku mengenalmu
secantik jelita yang sudah berpunya....
Kepada: Rani

Comments
Post a Comment