Sicantik Jelita

ujung sore di pelabuhan bambu kuning ini
kudengar merdu suaramu mengisi waktu
lembut untaian tutur katamu, membuat aku senang denganmu
meski pun kau dan aku belum bertemu

dalam celah hati yang terdalam
jiwa meyakinkanku, betapa kau terindah
dan memang terindah, namun bukan untukku

aku bangga sekali,
menjadi teman untukmu, berbagi segala canda
dan saling menghabiskan waktu lewat telpon selulerku

seandainya saja Tuhan mempertemukan kita
dalam satu masa yang mungkin tiada terduga
terbesita satu tanya didada, betapa bahagia diriku mengenalmu
secantik jelita yang sudah berpunya....

Kepada: Rani

Comments

Popular posts from this blog

Cuma Kamu

Ibu...

Tersakiti dengan manis