Yang Terakhir

ketika ini,
biarkan luka ini menga-nga
biarkan ia berdarah luka
karena ini yang kau inginkan
kehancuranku yang kau dambakan


aku telah memintamu dulu
tuk jangan dustai aku dan perasaanku
kenyataannya kini berbeda sekali
kau membenamkan aku kedalam luka teramat parah
kuberharap malah jadi sesuatu yang parah...


kau hiris hatiku dengan rasamu
kau kuliti hati ini dengan janji manismu
dan kupikir, kaulah pelabuhan hatiku
tapi malah lubang kehancuranku


aku sakit, dan cukup sakit sekali
yang terakhir kupinta padamu
sudahi semua ini, jangan ulangi lagi
tuk diriku dan lain hati, hari ini, esok dan nanti

Kepada : Rindiani (kau terlalu sakit membuatku)

Comments

Popular posts from this blog

Cuma Kamu

Ibu...

Tersakiti dengan manis