Perempuan Bercadar



Sepasang bola mata tajam
Yang tak ada amarah dan dendam
Seolah ingin menyapa, namun ia diam
Karena segan, akan cadarnya yang hitam
Dengan sikap ramah dan sopan

Dijalan Allah yang penuh ridho
Ia bersandar kepada kepasrahan Tuhan
Membalut tubuh penuh kesopanan
Melarang maksiat datang mengundang

Segan rasa penuh malu aku
Ingin menyapanya, namun aku malu
Rasa lancangku, takut melukainya
Dan aku, hanya mampu meyuguhkan
Sebuah senyum kecil yang tak berlebihan

Dialah perempuan bercadar itu
Membuat hati gemetar kaku
Takjub kepada sopan dan rayu
Ia hanya mampu, membuang wajah
Ingat diri takut akan azab Allah

Perempuan bercadar itulah
Hampir setiap sore kulihat dari jauh
Menyapa sore dengan senyumnya
Seraya sebuah busur panah ditangannya
Untuk menembus kemampuan tajam bidikannya

Syariat serat terlihat di busananya
Mampu mengubah pandanganku padanya
Perempuan bercadar itu tinggal
Dalam sebuah rasa cinta yang benar


Bandung (19/11)

Comments

Popular posts from this blog

Cuma Kamu

Ibu...

Tersakiti dengan manis