Elegi Pasrah






Aku mundur bukan aku menyerah
Atau bukan hati merasa terlalu patah
Hanya saja aku takut melawan takdir Allah
Yang kita hanya bisa merencana dan tak mampu mencegah


Aku lelah harus berlari pada kenyataan
Saat dirimu dan aku seolah tak dipertemukan
Dalam indahnya bingkai yang bernama pernikahan
Meski pun akan ada luka yang berbalut kekecewaan
Namun aku harus hadapi itu sebagai indahnya ketentuan Tuhan


Bukan merasa tak takut kehilangan
Bahkan aku ingin disampingmu melebihi rasa sebagai teman
Hanya saja aku harus berkaca pada hakikat kehidupan
Bahwa cinta itu bukan tentang tumpukan perkataan
Namun terlebih dari sebuah kesungguhan yang terjalin dalam ikatan


Aku saat ini hanya mampu terdiam
Sembari mendinginkan hati dalam sekam
Dan merenung dalam ruang penuh kegelapan
Dan menyadari betapa romantisnya ketentuan Tuhan
Yang mempertemukan kita namun tidak untuk bersama
Dalam sebuah ikatan yang bernama pelaminan yang kita damba


Buat: Para Pecinta Yang Patah Hati

Comments

Popular posts from this blog

Cuma Kamu

Ibu...

Tersakiti dengan manis